Easychem Chemical Structure Editor
Untuk
menggambar struktur 2D ikatan kimia. Instalasi bisa langsung lewat
Ubuntu Software Center. Aplikasi ini sangat mudah digunakan, disediakan
fungsi Help untuk format penulisan senyawa-senyawa kimia dari yang
sederhana hingga yang kompleks. Dari ikatan tunggal, ikatan rangkap,
hingga ikatan siklo bisa digambar dengan mudah menggunakan aplikasi ini.
Easychem
Read User's Comments(0)
GChempaint
GChempaint chemichal structure edit
GChemPaint
adalah editor untuk struktur kimia 2D dengan kelipatan Dokumen antar
muka. Molekul ditarik dapat dicari di NIST Webbook dan PubChem.
GchemPaint dapat digunakan untuk menggambar struktur kimia dengan 2D
yang dapat memudahkan pengguna untuk menganalisa struktur yang ada.
Penggunaan GChemPaint sangatlah mudah. Pengguna tinggal mengklik ikon aplikasi pada pojok kiri atas kemudian mengklik menu science dan mencari menu GChemPaint. Atau jika pengguna ingin mendapatkan informasi berkaitan dengan GChemPaint dapat melalui menu Synaptic atau terminal pada applications.
2. Penggunaan GchemPaint sangatlah mudah, pengguna tinggal memilih gambar yang diinginkan dan menggambarnya pada kanvas yang ada dengan cara meng-drag and drop gambar dan mengatur tampilan gambar agar sesuai dengan yang diinginkan.
Penggunaan GChemPaint sangatlah mudah. Pengguna tinggal mengklik ikon aplikasi pada pojok kiri atas kemudian mengklik menu science dan mencari menu GChemPaint. Atau jika pengguna ingin mendapatkan informasi berkaitan dengan GChemPaint dapat melalui menu Synaptic atau terminal pada applications.
Cara penggunaan GChemPaint adalah
1. Pilih menu GChemPaint pada menu Science2. Penggunaan GchemPaint sangatlah mudah, pengguna tinggal memilih gambar yang diinginkan dan menggambarnya pada kanvas yang ada dengan cara meng-drag and drop gambar dan mengatur tampilan gambar agar sesuai dengan yang diinginkan.
Alkoksi Alkana
Alkoksi Alkana (Eter)
Alkoksi alkana adalah senyawa turunan
alkana yang salah satu atom Hidrogennya diganti dengan gugus alkoksi (OR).
Senyawa alkoksi alkana juga sangat dikenal dengan nama eter. Untuk lebih mudah
mengenali senyawa eter, diketahui dengan memperhatikan atom oksigen yang diapit
oleh gugus alkil,. Senyawa eter ini juga merupakan isomer dari senyawa alkanol.
Rumus Umum
Eter atau alkoksi alkana adalah golongan senyawa
yang mempunyai dua gugus alkil yang terikat pada satu atom oksigen. Dengan
demikian eter mempunyai rumus umum :
R-O-R'
dimana R dan R1 adalah gugus alkil, boleh sama
boleh tidak
Contoh :
Penamaan Eter
Ada dua cara penamaan senyawa-senyawa eter, yaitu :
1) Menurut IUPAC, eter diberi nama sesuai nama alkananya dengan awalan “alkoksi“ dengan ketentuan sebagai berikut :
– rantai karbon terpendek yang mengikat gugus fungsi –O– ditetapkan sebagai gugus fungsi alkoksinya.
– rantai karbon yang lebih panjang diberi nama sesuai senyawa alkananya
2) Menurut aturan trivial, penamaan eter sebagai berikut : menyebutkan nama kedua gugus alkil yang mengapit gugus –O– kemudian diberi akiran eter.
Contoh:
Ada dua cara penamaan senyawa-senyawa eter, yaitu :
1) Menurut IUPAC, eter diberi nama sesuai nama alkananya dengan awalan “alkoksi“ dengan ketentuan sebagai berikut :
– rantai karbon terpendek yang mengikat gugus fungsi –O– ditetapkan sebagai gugus fungsi alkoksinya.
– rantai karbon yang lebih panjang diberi nama sesuai senyawa alkananya
2) Menurut aturan trivial, penamaan eter sebagai berikut : menyebutkan nama kedua gugus alkil yang mengapit gugus –O– kemudian diberi akiran eter.
Contoh:
Sifat-Sifat Eter
Berbeda dengan senyawa-senyawa alkohol, eter
mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
a. Titik
didih rendah sehingga mudah menguap
b. Sulit larut dalam air, karena kepolarannya
rendah
c. Sebagai pelarut yang baik senyawa-senyawa
organik yang tak larut dalam air
d. Mudah terbakar
e. Pada umumnya bersifat racun
f. Bersifat anastetik (membius)
g. Eter sukar bereaksi, kecuali dengan asam halida
kuat (HI dan H Br)
R – O – R1 + HX à R – O – H + RX
Dengan ketentuan :
– gugus alkil yang panjang yang membentuk
alkohol
– gugus alkil yang pendek membentuk alkil halida
Contoh :
CH3 – O – CH2 – CH3 + H Brà CH3 – CH2 – OH +
CH3Br
Metoksi etana As. Bromida Etanol Bromo Metana
4. Kegunaan Eter
Senyawa-senyawa eter yang umum digunakan dalam
kehidupan sehari-hari antara lain :
1) Dietil eter (etoksi etana) biasanya digunakan
sebagai pelarut senyawa-senyawa organik.
Selain itu dietil eter banyak digunakan sebagai
zat arestesi (obat bius) di rumah sakit.
2) MTBE (Metil Tertier Butil Eter)
CH3
|
CH3 – C – O – CH3
|
CH3
Senyawa eter ini digunakan untuk menaikan angka
oktan besin menggantikan kedudukan TEL/TML, sehingga diperoleh bensin yang
ramah lingkungan. Sebab tidak menghasilkan debu timbal (Pb2+)
seperti bila digunakan TEL/TML.v
Alkohol
ALKOHOL
Alkohol merupakan senyawa turunan alkana yang
mengandung gugus fungsi – OH. Contoh rumus struktur salah satu jenis alkohol,
yaitu metanol seperti tampak pada gambar 4.1. Senyawa alkohol sudah banyak
dikenal dan dimanfaatkan oleh manusia, baik dalam bentuk minuman, makanan,
maupun untuk kepentingan medis. Beberapa jenis makanan dan minuman beralkohol
yang banyak dikonsumsi orang dihasilkan dari hasil fermentasi karbohidrat,
misalnya tape singkong, minuman anggur, dan lain-lain.
Berdasarkan jumlah gugus hidroksinya,
alkohol dibagi menjadi polialkohol dan mono alkohol.
A.Monoalkohol
Monoalkohol adalah alkohol yang
memiliki satu gugus -OH. Rumus umum monoalkohol sama dengan rumus alkana,
tetapi satu atom H diganti oleh gugus hidroksi (-OH). Alkohol memiliki gugus
-OH, rumus struktur dapat juga ditulis R-OH (R menyatakan gugus alkil).
Alkohol merupakan turunanalkana sehingga disebut juga alkanol. Oleh karena, itu
penamaannya disesuaikan dengan
alkananya, tetapi huruf akhir a pada alkana diganti dengan ol.
B.
Polialkohol
Polialkohol
adalah alkohol yang memiliki gugus –OH lebih dari satu. Tata nama polialkohol
sama dengan tata nama monoalkohol,tetapi ditambah awalan untuk menyatakan untuk
menyatakan jumlah gugus –OH. Beberapa contoh polialkohol sebagai berikut.
OH
1,2,3-propanatriol
senyawa
polialkohol yang banyak di gunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah gliserol
dan etilen glikol.
Jenis-jenis alkohol
berdasarkan jenis atom C yang mengikat gugus -OH, alkohol dibedakan
atas alkohol primer, alkohol sekunder, dan alkohol tersiaer.
a.
Alkohol primer
yaitu jika gugus -OH terikat pada atom C primer ( atom C yang
mengikat atom C lainnya)
ex; CH3-CH2-CH2-OH
1-Propanol
ciri khas alkohol primer, yaitu atom C yang mengikat gugus -OH
berikatan dengan dua atom H.
b.
Alkohol Sekunder
jika gugus -OH terikat
pada atom C sekunder (atom C yang mengikat dua atom C lainnya).
OH
2-pentanol
Ciri khas
alkohol sekunder ialah atom C yang mengikat gugus -OH berikatan dengan satu
atom H.
c.
Alkohol tersier
jika gugus -OH terikat pada atom C tersier (atom C yang mengikat
tiga atom C lainnya).
OH
2 metil-2pentanol
Ciri khas alkohol tersier ialah atom C yang berikatan dengan
gugus -OH tidak mengikat
atom H.
Tata Nama
Alkohol
Ada dua cara pemberian nama pada alkohol, yaitu:
a. Penamaan
secara trivial, yaitu
dimulai dengan menyebut nama gugus alkil yang terikat pada gugus –OH kemudian
diikuti kata alkohol.
b. Penamaan secara sistem IUPAC, yaitu dengan mengganti akhiran a pada
alkana dengan akhiran ol (alkanamenjadi alkanol)
c. Urutan
Penamaan Senyawa Alkohol menurut IUPAC
1) Menentukan
rantai induk, yaitu rantai karbon terpanjang yang mengandung gugus – OH, selain
itu atom karbon lain sebagai cabang.
2) Memberi
nomor pada rantai induk yang dimulai dari salah satu ujung rantai, sehingga
posisi gugus – OH mendapat nomor terkecil. (Perhatikan tidak harus nomor
satu!!!)
3) Urutan
penamaan
·
nomor atom C yang mengikat
cabang
·
nama cabang: CH3 (metal), C2H5
(etil)
·
nama rantai induk (alkanol)
Sifat Alkohol
sifat alkohol di kelompokkan menjadi
2, yaitu; sifat fisikanya dan sifat kimianya
a) Sifat fisik
alkohol rantai pendek bersifat polar sehingga dengan baik
larut dalam air serta memiliki
titik didih lebih tinggi dibandingkan dengan alkena. Dalam hal kepolaran dan
titik didih, alkohol rantai pendek memilki kemiripan sifat dengan air. Hal
tersebut disebabkan karena air dan alkohol keduanya memilki gugus -OH. Gugus
-OH ini bersifat polar sehingga menyebabkan air dan alkohol bersifat polar
pula. Adapun titik didih yang tinggi disebabkan oleh adanya ikatan hidrogen
antara molekul air, antar molekul alkohol atau antar molekul air dan alkohol.
Ikatan hidrogen ini juga menyebabkan alkohol larut dalam air.
b)Sifat kimia
Alkohol bersifat mudah terbakar selain
itu gugus OH merupakan gugus yang cukup reaktif sehingga alkohol mudah terlibat
dalam berbagai jenis reaksi. Adapun reaksi-reaksi yang umum terjadi pada
alkohol adalah sebagai berikut :
*reaksi oksidasi
reaksi oksidasi pada alkohol juga dapat berlangsung melalui reaksi
antara alkohol dan oksigen. Misalnya reaksi pembakaran pada spirtus.
*reaksi dengan asam karboksilat
Ester dibuat melalui reaksi antara alkohol dan asam karboksilat yang
disebut reaksi esterfikasi.
Keisomeran Pada Alkohol
·Keisomeran Struktur
senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul dan gugus fungsi yang
sama, tetapi posisi gugus fungsinya berbeda. Ex i-propanol berisomer struktur
dengan senyawa 2-propanol. Cara menentukan jumlah isomer pada suatu senyawa
alkohol pertama-tama tentukan rangka atom karbonnya, kemudian aturlah posisi
gugus fungsi -OH.
·Keisomeran Optik
Yaitu tipe isomer suatu senyawa yang memiliki rumus molekul, gugus
fungsi, dan posisi gugus fungsi sama, tetapi letak atom atom atau gugus
fungsinya berbeda. Jika atom C yang berikatan dengan gugus -OH pada senyawa
alkohol mengikat tiga atom atau tiga gugus atom yang berbeda,senyawa
tersebut memiliki
keisomeran optik. Atom C yang mengikat empat atom atau gugus atom yang berbeda
disebut C Asimetris (C kiral).
Terdapat 2 jenis alkohol yang memiliki isomer optik, yaitu;
a) alkohol sekunder yang memilki 2 alkil yang berbeda yang terikat
pada C – OH;
b) alkohol tersier
yang memiliki 3 alkil berbeda yang terikat pada C – OH,
Kegunaan Dan Dampak Penggunaan Alkohol
A. Monoalkohol
metanol
*sebagai pengawet mayat atau spesimen biologi.
*bahan baku untuk mensintesis senyawa lain seperti metil butirat,
*dapat menghasilkan bahan bakar yang memiliki nilai oktan yang
tinggi,
*bersifat toksik (beracun)dalam jumlah sidikit (15ml) dapat menyebabkan
kebutaan dan dalam jumlah banyak dapat menyebabkan kematian
etanol
*digunakan sebagai zat anti septik,pembersih luka, serta pensteril
alat-alat kedokteran dan industri.
*digunakan untuk pelarut dalam industri parfurm,obat obatan, zat
warna, dan kosmetik.
*dapat menghasilkan bahan bakar yang disebut gosohol, digunakan
sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
Spirtus
*digunakan sebagai bahan bakar lampu petromak dan bunsen. Dan lampu
spirtus ini biasanya digunakan untuk proses sterilisasi di labolatorium
mikrobiologi.
B.Polialkohol
Gliserol
*sebagai bahan cairan pembersih telinga dan pelarut obat obatan, ex
sirup obat batuk.
*sebagai bahan kosmetik (pelembab kulit)
*sebagai bahan baku serat plastik
*sebagai bahan untuk membuat peledak,yaitu nitrogliserin
Glikol
*digunakan sebagai pelarut dan bahan baku untuk membuat serat
sintesis seperti dacron.
Reaksi Alkohol
Reaksi-reaksi pada alkohol dapat digunakan sebagai pengenal alkohol.
a.
Reaksi Identifikasi
Alkohol Menggunakan Logam Natrium
Reaksi ini digunakan untuk membedakan alkohol dengan eter karena
eter tidak dapat bereaksi denganlogam natrium.alkohol bereaksi dengan logam
natrium menghasilkan gas hidrogen sesuai dengan persamaan reaksi berikut;
2R- OH +2Na => 2R – Ona + H2 (g)
2CH3- CH2-OH+2Na => 2CH3 – CH2 – Ona + H2 (g)
Etanol Natrium Etoksida
Reaksi ini merupakan reaksi yang digunakan untuk membedakan alkohol
dengan eter karena eter tidak dapat bereaksi dengan logam natrium.
b.
Reaksi Identifikasi
Alkohol Menggunakan Fosfor Trihalida
jika alkohol direaksikan
dengan fosfor trihalida akanmenghasilkan alkil halida.
3R -OH + PX3 =>
3R – X + H3PO3
c.
Reaksi Oksidasi (untuk
membedakan Jenis Alkohol)
oksidasi alkohol Primer
menghasilkan senyawa aldehid. Jika aldehid dioksidasi lebih lanjut akan
menghasilkan asam karboksilat.
sedangkan oksidasi alkohol sekunder menghasilkan keton, melalui
mekanisme reaksi berikut.
uji lucas
pereaksi lucas terdiri atas ZnCl2 dalam Hcl pekat.uji lucas ini berdasarkan reaksi antara alkohol
dan Hcl dengan katalis ZnCl2. Alkohol tersier bereaksi cepat dengan gejala
reaksi berupa terbentuknya kabut di permukaan larutan. Alkohol sekunder
bereaksi dalam waktu ssekitar 5 menit, sedangkan alkohol primer tidak
menunjukkan terjadinya suatu reaksi.
Haloalkana
HALOALKANA
CnH2n+1X
X adalah atom
halogen (F, Cl, Br, I). Dengan kata lain, haloalkana adalah senyawa karbon
turunan alkana yang atom H-nya diganti oleh atom halogen.
Aturan Penamaan / Tata Nama Haloalkana
Tata nama senyawa haloalkana diawali dengan kata fluoro, kloro,
bromo, atau iodo dan diikuti nama alkana yang mengikatnya.
Contoh :
CH3–CH2–I
|
Monoiodoetana
|
CH3–CH2–CH2–CH2Cl
|
Monoklorobutana
|
CH2Br–CH2Br
|
1,2–dibromoetana
|
CHCl3
|
Triklorometana (kloroform)
|
CCl4
|
Tetraklorometana (karbon tetraklorida)
|
Isomer Haloalkana
Isomer adalah senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul sama,
tetapi susunan atom-atomnya berbeda. Ada beberapa macam isomer, seperti isomer
posisi, isomer struktur, isomer fungsional, dan isomer cistrans.
Berdasarkan fakta, haloalkana memiliki isomer
posisi dan isomer struktural. Kedua senyawa itu memiliki rumus molekul sama, yakni C3H7Cl, tetapi posisi atom klorin berbeda. Pada 1–kloropropana terikat pada atom karbon nomor 1, sedangkan pada 2–kloropropana terikat pada atom karbon nomor 2. Kedua senyawa ini dikatakan berisomer satu sama lain, yaitu isomer posisi.
Isomer struktur menyatakan perbedaan struktur dari senyawa
haloalkana yang memiliki rumus molekul sama. Perhatikan struktur molekul
berikut dengan rumus molekul sama, yakni C4H9Cl.
Ketiga senyawa itu tergolong halobutana, tetapi berbeda strukturnya.
Oleh karena itu, ketiga senyawa tersebut berisomer struktur (senyawa dengan
rumus molekul sama, tetapi berbeda struktur molekulnya). Disamping itu,
1–klorobutana dan 2–klorobutana berisomer posisi.
Sifat Haloalkana
Senyawa klorometana dan kloroetana berwujud gas pada suhu kamar dan
tekanan normal. Haloalkana yang lebih tinggi berupa cairan mudah menguap. Titik
didih isomer haloalkana berubah sesuai urutan berikut: primer > sekunder
> tersier, seperti ditunjukkan pada tabel berikut.
Tabel 1. Titik
Didih Senyawa Haloalkana
Senyawa
|
Titik Didih (°C)
|
1–kloropropana
|
46
|
2–kloropropana
|
34,8
|
1–klorobutana
|
77
|
2–klorobutana
|
68
|
1–kloro–2–metil propana
|
69
|
2–kloro–2–metil propana
|
51
|
Sumber: Kimia Lengkap SPPM, 1985
|
|
Energi ikatan
rata-rata (dalam kJ mol–1): C–F = 485; C–Cl = 339; C–Br = 284; C–I = 213. Hal
ini menunjukkan bahwa senyawa iodoalkana paling reaktif untuk gugus alkil yang
sama. Ikatan C–F adalah paling kuat sehingga senyawa fluoroalkana relatif
stabil dan banyak digunakan sebagai gas propelan dalam bentuk aerosol.
Haloalkana dapat dihidrolisis menjadi alkohol yang bersesuaian jika
diolah dengan basa alkali berair. Persamaan reaksinya:
Refluks
|
||
C2H5Br +
NaOH(berair)
|
→
|
C2H5OH + NaBr
|
Etanol cair dapat digunakan sebagai pelarut untuk haloalkana. Atom
halogen pada haloalkana dapat diganti oleh gugus siano (–CN) dengan cara
pemanasan. Contohnya, bromopropana dicampurkan dengan kalium sianida dalam
alkohol cair akan membentuk propanonitril dan kalium bromida. Persamaan
reaksinya:
Refluks Alkohol
|
||
C2H5Br + KCN
|
→
|
C2H5CN + KBr
|
Jika haloalkana
dipanaskan dalam larutan amonia beralkohol dalam wadah tertutup akan dihasilkan
amina. Persamaan reaksinya :
∆
|
||||
C2H5Br + 2HN3
|
→
|
C2H5NH2
|
+
|
HBr
|
Etilamina
|
Refluks adalah teknik mendidihkan cairan dalam wadah labu distilasi
yang disambung dengan alat pengembun (kondensor refluks) sehingga cairan
terus-menerus kembali ke dalam wadah.
Pergantian atom
atau gugus oleh atom atau gugus lain dinamakan reaksi substitusi.
Pembuatan dan Kegunaan Senyawa Haloalkana
Senyawa
haloalkana tidak dapat dibuat langsung dari alkana melalui reaksi substitusi
sebab hasilnya selalu campuran haloalkana, seperti ditunjukkan pada reaksi
berikut.
4CH4 + 5Cl2 → CH3Cl + CH2Cl2 + CHCl3 + CCl4 + 5H2
Untuk membuat
haloalkana tunggal bergantung pada senyawa haloalkana yang akan diproduksi.
Reaksinya tidak melalui reaksi substitusi, tetapi melalui beberapa tahap
reaksi.
a. Pembuatan Haloform (CHX3)
Jika etanol
direaksikan dengan X2 (Cl2 atau I2) dalam suasana
basa (NaOH), mula-mula etanol dioksidasi menjadi etanal (aldehid). Kemudian,
bereaksi dengan X2 membentuk trihaloetanal (CX3–COH).
Dalam suasana basa, trihaloetanal berubah menjadi haloform. Tahap-tahap
reaksinya sebagai berikut.
Senyawa karbon
yang dapat dibuat menjadi senyawa haloalkana adalah senyawa yang memiliki gugus
metil terikat pada atom C yang berikatan dengan atom oksigen.
Contohnya,
etanol, etanal, aseton, dan senyawa yang sejenis. Jika alkana direaksikan
dengan halogen pada suhu tinggi atau adanya cahaya ultraviolet, akan terbentuk
campuran alkilhalida.
hν
|
||
3CH4 + 6Cl2
|
→
|
CH3Cl + CH2Cl2 + CHCl3 + 6HCl
|
Reaksi
antara CH4 dan Cl2 memiliki
sifat-sifat khas sebagai berikut:
1) Reaksi tidak
terjadi dalam keadaan gelap atau pada suhu rendah.
2) Reaksi
terjadi jika ada cahaya ultraviolet atau pada suhu di atas 250 °C.
3) Sekali reaksi
dimulai, reaksi akan terus berlangsung hingga pereaksi habis atau cahaya
ultraviolet dihilangkan.
Hasil reaksi meliputi CH2Cl2 (diklorometana), CHCl3 (kloroform), CCl4 (karbon
tetraklorida), CH3Cl (klorometana), dan C2H6. Fakta
ini mengisyaratkan adanya mekanisme reaksi berantai yang melibatkan tiga
proses, yaitu pemicu rantai, perambatan rantai, dan pengakhiran rantai.
1) Pemicu Rantai
Molekul Cl2 dapat
dipecah menjadi sepasang atom klor dengan menyerap energi dari cahaya
ultraviolet atau kalor.
Cl2 + energi → 2Cl•
ΔH°
= 243,4 kJ mol–1
Atom klor yang
dihasilkan pada reaksi ini adalah radikal bebas sebab mengandung satu elektron
tidak berpasangan.
2) Perambatan Rantai
Radikal bebas
seperti atom Cl• sangat reaktif. Atom Cl• dapat mengeluarkan atom hidrogen
dari CH4 membentuk HCl dan radikal CH3•
Radikal CH3• selanjutnya mengeluarkan atom klor dari
molekul Cl2 membentuk CH3Cl dan
radikal Cl• yang baru.
CH4 + Cl• → CH3• + HCl
|
ΔH° = –16 kJ mol–1 CH
|
CH3• + Cl2 → CH3Cl + Cl•
|
ΔH° = –87 kJ mol–1 CH3Cl
|
Oleh karena atom
Cl• juga dibangkitkan pada tahap kedua maka setiap atom Cl• yang bereaksi pada
tahap pertama reaksi akan berkesinambungan (berantai). Reaksi berantai ini
terjadi sampai dengan radikal yang terlibat dalam tahap perambatan rantai
dihancurkan.
3) Pengakhiran Rantai
Radikal yang
mempertahankan reaksi terus berlangsung suatu ketika dapat bergabung antar
sesamanya dalam tahap pengakhiran rantai. Pengakhiran rantai dapat terjadi
dalam tahap berikut.
2Cl• → Cl2
|
ΔH° = –243,4 kJ mol–1 Cl2
|
CH3• + Cl• → CH3Cl
|
ΔH° = –330,0 kJ mol–1 CH3Cl
|
2CH3• → CH3CH3
|
ΔH° = –350,0 kJ mol–1 CH3CH3
|
Tahap akhir
dapat terjadi dengan cara dinetralkan oleh dinding reaktor.
Kegunaan Haloalkana
Kegunaan
Kloroform (CHCl3)
Kloroform merupakan senyawa karbon berwujud cair yang mudah menguap
pada suhu kamar dan berbau khas. Kloroform tidak larut dalam air, tetapi larut
dalam alkohol atau eter. Kloroform biasa digunakan untuk obat bius (anestetika)
dan sebagai pelarut untuk lemak, lilin, dan minyak.
Namun demikian, efek samping dari kloroform dapat merusak hati
sehingga jarang dipakai sebagai obat bius, kecuali untuk penelitian di
laboratorium. Haloalkana yang sering dipakai sebagai obat bius adalah 2–bromo–2–kloro–1,1,1–trifluoroetana.
Kegunaan
Iodoform (CHCl3) dan Tetraklorokarbon (CCl4)
Iodoform berwujud padat pada suhu kamar, berwarna kuning, dan
mempunyai bau yang khas. Iodoform sering digunakan sebagai antiseptik.
Karbon tetraklorida merupakan zat cair yang tidak berwarna dengan
massa jenis lebih besar dari air. Uap CCl4 tidak terbakar
sehingga sering digunakan sebagai pemadam kebakaran. Selain itu, juga digunakan
sebagai pelarut untuk lemak dan minyak.
Kegunaan
Kloroetana (C2H5Cl) dan Fluorokarbon (CF2Cl2)
Kloroetana banyak digunakan untuk pembuatan tetraetil timbal yang
ditambahkan ke dalam bensin untuk memperbaiki bilangan oktan.
4CH3CH2Cl
+ 4Na + 4Pb → (CH3CH2)4Pb + 4NaCl + 3Pb
Fluorokarbon
merupakan senyawa karbon yang mudah menguap, tidak beracun, tidak mudah
terbakar, dan tidak berbau, terutama senyawa freon–12 (CF2Cl2).
Freon–12 digunakan secara luas sebagai pendingin dan sebagai gas propelan dalam
aerosol. Jenis fluorokarbon yang paling banyak dipakai adalah CCl3F dan CF2Cl2.
Ubuntu
Ubuntu
Ubuntu merupakan salah satu distribusi Linux yang berbasiskan Debian dan didistribusikan sebagai perangkat lunak bebas.
Nama Ubuntu berasal dari filosofi dari Afrika Selatan yang
berarti "kemanusiaan kepada sesame.
Proyek Ubuntu resmi disponsori oleh Canonical Ltd. yang merupakan sebuah perusahaan yang
dimiliki oleh pengusaha Afrika Selatan Mark
Shuttleworth. Tujuan dari distribusi Linux Ubuntu adalah membawa semangat yang
terkandung di dalam filosofi Ubuntu ke dalam dunia perangkat lunak. Ubuntu
adalah sistem operasi lengkap
berbasis Linux, tersedia secara bebas, dan mempunyai dukungan baik yang berasal
dari komunitas maupun tenaga ahli profesional.
Ubuntu
mempunyai filosofi sebagai berikut :
·
bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas
biaya
·
bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat
digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang-orang yang mempunyai
keterbatasan fisik
·
bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk
mendapatkan, mengubah, dan mendistribusikan perangkat lunak sesuai dengan apa
yang mereka butuhkan tanpa halangan apapun
Distro Linux
DISTRO LINUX
Distribusi
Linux (atau yang lebih sering disingkat Distro Linux) adalah sebutan untuk
sistem operasi komputer dan aplikasinya, yang merupakan keluarga Unix dan
menggunakan krenel Linux. Distribusi Linux dapat berupa perangkat lunak bebas
maupun perangkat lunak komersial.
Karena
sifatnya yang Open Source, banyak orang berlomba-lomba menciptakan distro
mereka, baik individu maupun organisasi dan untuk keperluan non komersil
ataupun komersil. Ini kemudian membuat banyak Distro Linux terdapat di pasaran.
Dari berbagai distro tersebut, beberapa bertahan dan menjadi distro besar,
bahkan sampai menghasilkan distro turunan. Contoh dari beberapa distro besar
tersebut adalah distro Debian GNU/Linux, distro ini telah menghasilkan puluhan
distro turunan seperti Ubuntu, Knoppix, Xandros, DSL, dan lain sebagainya.
Langganan:
Postingan (Atom)


















